Berita - Naluri

Pentingnya Menjaga Kesejahteraan Karyawan

Written by Naluri | 2026 Mar 27 02:16:00

Fenomena “The Great Resignation” (Pengunduran Diri Massal) jadi sinyal jelas bahwa banyak organisasi sulit menanggapi meningkatnya masalah kesehatan mental di kalangan karyawannya secara efektif. Pandemi COVID-19 kian memperparah tantangan ini, sekaligus jadi bukti bahwa iming-iming klasik seperti gaji kompetitif dan keamanan kerja tak cukup lagi memuaskan ekspektasi karyawan yang terus berkembang.

Tenaga kerja modern saat ini ingin perusahaan aktif mendukung kesejahteraan mental, fisik, dan emosional mereka. Menurut Forum Ekonomi Dunia, upaya investasi dalam kesejahteraan meningkat 27% sejak 2020 di kawasan Asia-Pasifik saja. Hal ini menandakan bahwa beberapa perusahaan mulai menyadari pentingnya kesehatan mental dalam tenaga kerja dan memprioritaskan kesejahteraan karyawan sebagai strategi bisnis. 

Terlebih lagi, survei tahun 2016 oleh American Psychological Association (APA) menemukan bahwa 89% karyawan di perusahaan yang mendukung inisiatif kesejahteraan lebih cenderung merekomendasikan perusahaannya sebagai tempat kerja yang nyaman. 91% dari karyawan ini menjadi lebih termotivasi dalam bekerja, demikian menurut APA. 

Program kesejahteraan perusahaan berjalan paling efektif saat ditujukan untuk memaksimalkan kepuasan dan kesejahteraan karyawan. Pendekatan mengutamakan karyawan ini menjadi fondasi kepuasan kerja, yang sering kali berdampak pada peningkatan produktivitas dan kinerja.

Perusahaan yang berhasil menerapkannya

Berikut ini beberapa organisasi yang diakui secara global bukan hanya dalam hal inovasi dan kesuksesan bisnis, namun juga tata kelola SDM terbaik, termasuk program kesejahteraan karyawan yang patut dicontoh dan berpusat pada karyawan: 

IBM

Sebagai satu-satunya perusahaan dalam daftar ini yang menawarkan insentif finansial kepada karyawannya agar memilih gaya hidup lebih sehat, IBM menyediakan empat program berdurasi 12 minggu yang mencakup pola makan dan gizi, kesehatan anak dan keluarga, kebugaran fisik, serta vitalitas pribadi.

Menurut IndustryWeek dan The Health Project, program kesejahteraan perusahaan IBM seluruhnya dilakukan online, dengan 84% dari 120.000 karyawannya mendaftar minimal satu program setiap tahun. Meski hampir setengah dari karyawan ini menuntaskan programnya, IBM berhasil menghemat sekitar USD 191 juta dalam tiga tahun dengan meningkatkan kesejahteraan dan produktivitas karyawan serta mengurangi klaim asuransi kesehatan. 

EY

EY terkenal sebagai perusahaan yang memberikan jalan yang jelas bagi karyawannya untuk mendapat bantuan. Program layanan bantuan karyawan dan manajemen kehidupan yang terpadu sudah jadi hal yang biasa bagi karyawan perusahaan dan keluarga mereka selama lebih dari 40 tahun, menurut Great Place to Work.

Perusahaan ini berupaya keras mempermudah karyawan mengakses dukungan dan bantuan kapan pun dibutuhkan. Melalui hotline 24 jam dan situs web, karyawan EY bisa mengakses layanan konseling, solusi kesehatan dan kesejahteraan, sumber daya perawatan anak dan lansia, layanan kehidupan harian dan rumah tangga, perawatan tanggungan, serta perjalanan pribadi. 

Red Hat

Meski banyak perusahaan biasanya menawarkan paket cuti tahunan berbayar untuk karyawannya, banyak juga yang masih membebani karyawan dengan pekerjaan saat mereka kembali dari liburan. Ini justru kontraproduktif dan mengakibatkan karyawan enggan ambil cuti serta kurang menikmati liburan saat tahu apa yang menanti mereka setelah liburan berakhir.

Red Hat secara cerdas memecahkan masalah ini dengan menawarkan “Recharge Days” (Hari Penyegaran) bagi karyawannya. Hari-hari ini berupa hari libur khusus triwulanan yang memberi waktu bagi karyawan untuk melepaskan diri, beristirahat, dan menyegarkan diri. Artinya, karyawan bisa “berhenti bekerja” sebentar dan saat kembali lagi ke kantor, mereka tak perlu menanti rapat atau email. Dengan kata lain, mereka tak perlu “mengejar ketertinggalan waktu kerja” atau “mengganti” hari-hari yang tak mereka habiskan untuk bekerja. 

Google

Kampus Google menawarkan program kesehatan holistik melalui kerja sama dengan Premise Health. Program ini meliputi layanan kesehatan onsite, mulai dari dokter, ahli tulang, terapi fisik, hingga layanan pijat, serta akses ke pusat kebugaran, kelas-kelas, dan sepeda komunitas. 

Karyawan bisa belajar keterampilan baru dengan ambil kelas memasak, program coding, atau les gitar, dan masih banyak lagi. Kafe dan dapur mini di kampus perusahaan ini menyajikan makanan dan camilan bergizi.

Raksasa mesin pencari ini juga menawarkan akses ke penasihat keuangan dan layanan perencanaan keuangan bagi karyawannya. Karyawan juga diberi jam kerja fleksibel, cuti, dan waktu untuk kegiatan sukarela.

Microsoft 

Microsoft, raksasa software dan teknologi, menawarkan program pendidikan dan pelatihan cara berhenti merokok, menjaga berat badan, serta kebugaran. Selain itu, perusahaan ini mensubsidi keanggotaan gym dan pembelian perlengkapan kebugaran, sekaligus mengadakan kelas Zumba gratis bagi karyawannya.

Microsoft juga mengadakan skrining kesehatan bagi karyawan dan pasangan mereka untuk mendeteksi penyakit umum seperti penyakit jantung, diabetes, kolesterol, dan tekanan darah tinggi, serta menyediakan layanan mamografi dan vaksinasi flu. Kampus Microsoft juga dilengkapi dengan klinik, dokter mata, dan apoteker di dalamnya. 

Program bantuan karyawan Microsoft CARES memberi layanan konseling pribadi dan keluarga gratis, manajemen stres, serta sumber daya untuk perawatan anak dan lansia. Microsoft juga menawarkan program bimbingan, kelompok sumber daya karyawan, jejaring, dan kelompok sosial untuk membentuk komunitas dan rasa kebersamaan di antara para karyawannya. 

Pendekatan yang tepat menjadi solusinya

Sekarang setelah Anda tahu apa yang dilakukan beberapa perusahaan dengan tepat, bagaimana cara Anda menawarkan program kesejahteraan sebagai insentif untuk menarik atau menjaga pekerja berbakat di dalam organisasi Anda? Ya, meskipun Anda mungkin tak punya anggaran atau kapasitas besar untuk menjalankan program berskala luas, menerapkan program kesejahteraan yang cukup solid (dan praktis) demi kepentingan karyawan Anda tetap bisa dilakukan.

Menurut Grand View Research, pasar kesejahteraan perusahaan global bernilai USD 53,54 miliar pada tahun 2024 dan diperkirakan akan tumbuh dengan angka pertumbuhan tahunan gabungan (CAGR) sebesar 3,0% dari tahun 2025 hingga 2030. Perusahaan mulai sadar bahwa kesejahteraan karyawan harus jadi prioritas utama demi kesuksesan bisnis dan bersedia investasi dalam program kesejahteraan perusahaan.  

Bukan berarti program kesejahteraan perusahaan bakal jadi solusi ajaib buat masalah karyawan Anda; lebih tepatnya, hal ini dimaksudkan sebagai cara peduli dengan karyawan yang ada, agar organisasi Anda dikenal secara positif dari mulut ke mulut, bukan sekadar cara agar “mereka tetap bertahan”. 

Memenuhi kebutuhan kesejahteraan karyawan Anda

Anda tentu tahu betapa pentingnya menerapkan program kesejahteraan perusahaan. Namun, bagaimana cara menerapkannya jika sumber daya yang tersedia terbatas? 

Banyak perusahaan menghadapi keputusan penting antara mengembangkan inisiatif kesejahteraan secara internal atau menjalin kemitraan dengan penyedia layanan eksternal. Meski beberapa perusahaan berhasil menjalankan inisiatif kesejahteraan melalui departemen SDM mereka, perusahaan lain justru mendapati bahwa adanya prioritas lain yang sama pentingnya dan keterbatasan kapasitas berdampak pada efektivitas program. Bekerja sama dengan mitra eksternal bisa menghadirkan keahlian khusus dan fokus yang menjamin pelaksanaan dan keterlibatan yang konsisten.

Staf SDM yang punya niat baik butuh momentum jangka panjang untuk menerapkan dan mendukung program kesejahteraan agar berhasil, jadi sebaiknya ditangani oleh mereka yang punya pelatihan dan sertifikasi yang relevan.

Di Naluri, kami punya keahlian dan sumber daya untuk mempromosikan, meluncurkan, dan mendukung keterlibatan jangka panjang dalam program kesejahteraan perusahaan Anda. Solusi kesejahteraan perusahaan kami yang bisa disesuaikan memenuhi kebutuhan kesehatan fisik dan mental karyawan Anda, tanpa memandang tingkat risikonya. 

Solusi kami bisa membantu Anda merancang program kesejahteraan perusahaan dengan dukungan multidisiplin menyeluruh serta alat digital yang terbukti secara klinis guna mendorong perubahan nyata di kalangan karyawan Anda. Program kesejahteraan perusahaan kami terus-menerus membuahkan hasil kesehatan klinis hanya dalam 16 minggu dengan mendukung karyawan Anda melalui pencegahan dan pengobatan.

Beberapa angka yang perlu dicatat saat menimbang solusi kesehatan perusahaan kami:

  • Program kami memberikan pengembalian investasi (ROI) sebesar 4 kali lipat dalam waktu sesingkat enam bulan.
  • 60% peserta kami meraih hasil kesehatan signifikan secara klinis yang mampu mengurangi faktor risiko penyakit kronis.
  • Kami menawarkan perekrutan, pendaftaran, dan peluncuran program yang proaktif untuk menaikkan tingkat kepatuhan peserta hingga 200%.
  • Program kami bukan sekadar memberikan “perawatan” dan “obat” untuk kondisi kesehatan fisik dan mental; kami memprioritaskan pencegahan, kesehatan, dan kesejahteraan, serta mendorong pemberi kerja untuk melakukan hal yang sama.

Itu belum semuanya. Di antara fitur-fitur tambahan yang kami tawarkan untuk karyawan Anda adalah:

  • Integrasi dengan perangkat terhubung
  • Tantangan tim dan pribadi
  • Layanan pesan teks dan bantuan 24 jam eksklusif
  • Perpustakaan sumber daya kesehatan dan kesejahteraan eksklusif

 

Untuk berdiskusi terkait kebutuhan spesifik dan masalah organisasi Anda, hubungi Tim Naluri. Ekosistem kesehatan dan kesejahteraan korporat perusahaan ini mencakup berbagai layanan yang sesuai dengan beragam kebutuhan.